Kumbang Kepik Berbulu Mirip Kumbang Berkah, Tapi Sebenarnya Hama Tanaman
Kumbang berwarna merah dengan bintik hitam yang hinggap di batang tanaman ini sekilas terlihat cantik dan mirip sekali dengan kumbang koksi yang sering dianggap pembawa keberuntungan. Namun ada perbedaan yang sangat penting untuk diketahui, karena jenis ini justru sering menjadi tantangan bagi siapa saja yang menanam sayuran.
Mengenal Lebih Dekat
Secara ilmiah serangga ini bernama Henosepilachna vigintioctopunctata, atau lebih dikenal dengan sebutan Kumbang Kepik 28 Bintik. Ciri yang paling mudah dikenali untuk membedakannya dengan kumbang koksi yang bermanfaat adalah permukaan sayapnya yang tidak mengkilap, melainkan tertutup bulu halus yang terasa agak kasar. Tubuhnya berwarna oranye kemerahan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar jelas, dan ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan kumbang koksi pemakan hama. Kumbang ini sangat menyukai tanaman dari keluarga terong-terongan seperti terong, cabai, tomat, maupun kentang.
Kebiasaan dan Cara Hidup
Berbeda jauh dengan kerabatnya yang memakan hama tanaman, kumbang ini justru memakan bagian daun tanaman itu sendiri. Mulai dari saat menetas hingga menjadi kumbang dewasa, mereka hidup berkelompok dan menggerogoti lapisan hijau pada daun, sehingga hanya tersisa tulang daun yang kering. Kerusakan ini membuat daun tidak bisa berfungsi dengan baik, tanaman menjadi lemah, dan hasil panen pun berkurang drastis. Siklus hidupnya berlangsung cukup cepat: telur diletakkan berderet di bagian bawah daun, menetas menjadi larva yang juga rakus makan daun, lalu berubah menjadi kepompong sebelum akhirnya menjadi kumbang dewasa.
Cara Membedakan dengan Kumbang Koksi yang Bermanfaat
Banyak orang sering tertukar antara keduanya karena bentuknya yang mirip. Kumbang kepik 28 bintik memiliki sayap berbulu dan tidak mengkilap, serta hanya memakan bagian tanaman sehingga merusak pertumbuhannya. Sebaliknya, kumbang koksi yang bermanfaat memiliki permukaan tubuh yang halus dan berkilau, serta memakan kutu daun dan hama lain yang mengganggu tanaman, sehingga sangat membantu petani dan pekebun.
Untuk mengendalikannya secara sederhana dan alami, kamu bisa membuang langsung telur, larva, maupun kumbang dewasa yang terlihat pada tanaman secara berkala. Usahakan juga menjaga jarak tanam agar sirkulasi udara dan sinar matahari berjalan baik. Sebaiknya hindari penggunaan obat pembasmi serangga secara berlebihan, karena hal itu juga akan membunuh serangga lain yang justru bermanfaat bagi tanaman kita.
Meski dianggap hama bagi tanaman yang kita rawat, keberadaannya mengajarkan kita untuk selalu teliti mengenali makhluk di sekitar. Terkadang dua hal yang tampak sama persis, ternyata memiliki peran dan sifat yang sangat berbeda di alam semesta ini.
Komentar
Posting Komentar